ISTIGHFAR NABI NUH
Imam Asrori (25
Jun 2021)
imam.asrori.fs@um.ac.id
الحمد لله الذي
قد أوجدا من نوره نورا به عمَّ
الهدَى
سبق العوالمَ
في الوجود بأسرها فالكلُّ
منه في الحقيقة مبتدا
أشهد أن لا إله
إلا الله وأشهد أن محمدا مرسل بالهدى
اللهم صل وسلم
على سيدنا وحبيبنا محمد المولود بأم القرى
صلى عليك الله
ربي مع الإبكار والآصال دائما أبدا
أعوذ بالله من
الشيطان الرجيم
بسم الله
الرحمن الرحيم
رب اغفرلي
ولوالدي ولمن دخل بيتي مؤمنا وللمؤمنين والمؤمنات ولا تزد الظالمين إلا تبارا
(نوح/71: 28)
صدق الله
العظيم وصدق رسوله الكريم
جماعة المسلمين
أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون
Jamaatal muslimin
Marilah kita selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah
dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangannya.
Nabi Nuh merupakan salah satu Nabi Ulul Azmi. Ia berdakwah selama 950
tahun. Namun dari dakwahnya yang sangat panjang itu, tidak banyak umat yang mengikutinya, bahkan istri dan putera Beliau
sendiri membangkang.
Dalam surat Nuh ayat
5-6, dikemukakan bahwa Nuh mendakwahi kaumnya siang-malam, tetapi dakwahnya
hanya membuat kaumnya menjauh.
قال رب إني دعوت قومي ليلا ونهارا.
فلم يزدهم دعائي إلا فرارا.
وإني كلما
دعوتهم لتغفر لهم جعلوا أصابعهم في آذانهم واستغشوا ثيابهم وأصروا واستكبروا
استكبارا
Nuh berkata: Ya Rabb, sungguh
aku menyeru kaumku siang dan malam, tetapi mereka makin menjauh.
Dan sesungguhnya setiap kali
aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka
memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke
mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
Jamaatal muslimin
Nabi Nuh dengan bashirah atau
ketajaman mata hati yang dimiliki melihat bahwa umat yang terus menolak
dakwahnya ini tidak boleh dibiarkan hidup, karena mereka hanya akan melahirkan
keturunan yang durhaka, pembangkang dan menyesatkan yang lain.
Dalam surat Al-ankabut/29:14 dikemukakan bahwa kaumnya yang membangkang
dan menantang itu akhirnya ditelan oleh banjir tofan dalam keadaan zalim.
ولقد أرسلنا
نوحا إلى قومه فلبث فيهم ألف سنة إلا خمسين عاما فأخذهم الطوفان وهم ظالمون
(العنكبوت/29: 14).
Jamaatal muslimin
Pada akhir surat
Nuh terdapat ajaran istighfar yang kurang kita amalkan. Nabi Nuh berkata:
رب اغفرلي
ولوالدي ولمن دخل بيتي مؤمنا وللمؤمنين والمؤمنات ولا تزد الظالمين إلا تبارا
(نوح/71: 28)
Pada lafal istighfar Nabi Nuh ini empat pihak yang dimintakan ampunan.
Pertama diri sendiri, rabbighfirlii ‘ampunilah aku ya Allah’.
Meminta ampunan untuk diri sendiri ini sudah sangat lazim pada setiap lafal
istighfar.
Kedua, meminta ampunan untuk kedua orang tua wa li waalidayya
‘dan untuk kedua orang tuaku’. Dalam banyak lafal istighfar juga lazim, setelah
meminta ampunan untuk diri sendiri, kita meminta ampunan untuk kedua orang tua
kita.
Ketiga, wa liman dakhala baitiya mu’minan ‘dan untuk orang-orang
yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman’. Lafal ini jarang kita temukan
pada lafal-lafal istighfar lainnya. Dalam istighfarnya, setelah meminta ampun
untuk diri dan kedua orang tuanya, Nabi Nuh memintakan ampun orang-orang yang
masuk rumahnya dalam keadaan beriman kepada Allah. Itu berarti yang tidak
beriman, misalnya istri dan puteranya, meskipun setiap hari berulang kali masuk
rumah, mereka tidak termasuk yang mendapatkan doa ampunan Nabi Nuh.
Keempat, wa lil mu’miniin wal mu’minaat ‘dan untuk semua laki-laki
mukmin dan perempuan mukmin. Penggalan istighfar yang terakhir ini pun lazim.
Biasanya kita mengakhiri doa istighfar kita dengan memohonkan ampun
saudara-saudara seiman kita.
Jamaatal muslimin
Sebagai umat Islam yang mengimani kebenaran risalah semua nabi, tidak
ada salahnya kita mengamalkan istighfar Nabi Nuh ini. Dengan lafal wa liman
dakhala baitiya mu’minan, berarti kerabat dan sahabat kita ataupun keluarga, tetangga,
dan kolega kita yang mukmin ketika mereka masuk rumah kita mereka mendapat
maghfirah dari Allah subhanahu wata’ala.
بارك الله لي ولكم
بالقرآن الكريم ونفعنا وإياكم من الآيات والذكر
الحكيم وتقبل الله منا ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم