Khutbah ramadhan (Manfaat Medis Puasa) (April, 2021)
Imam Asrori
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات
وبفضله تتنزل الخيرات والبركات
وبتوفيقه تتحقق المقاصد والغايات
أشهد أن لا إله إلا الله عالم الغيب والشهادات
وأشهد أن محمدا عبده ورسوله خير المخلوقات
اللهم صل وسلم على سيدنا ونبينا محمد أفضل المخلوقات
وعلى آله وأصحابه وتابعيه في شتى البريات
كما صليت على نبينا إبراهيم خليل خالق الأرض والسموات
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام
كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون (البقرة/2: 183)
وقال صلى الله عليه وسلم: صوموا تصحوا.
Jamaatal
muslimin
Marilah kita selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kita
kepada Allah subhanahu wata’ala. Salah satunya dengan memahami bukti kebenaran
kalamullah dan kalam nabi Muhammad. Pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah terjadi
perang Badar, perang besar pertama antara pasukan Rasulullah melawan pasukan
Quraisy, yang dimenangkan oleh pasukan Islam. Pada Ramadhan ke 2 hijriah ini,
umat Islam pertama kali melaksanakan puasa Ramadhan. Terjadinya perang Badar di
Bulan Ramadhan tentu atas kehendak Allah dengan maksud besar. Salah satunya
agar umat Islam tidak loyo di Bulan Ramadhan , agar umat Islam tetap bekerja
keras secara fisik, meskipun sedang berpuasa.
Realitasnya,
secara individual atau lembaga umat Islam mempersepsikan diri bahwa dengan
puasa badan menjadi lemah kurang bertenaga, karena tidak ada asupan makanan dan
minuman. Di berbagai Negara Islam
termasuk Indonesia, terperkantoran dan persekolahanpun mengurangi jam kerjanya.
Jamaatal
muslimin
Terdapat ungkapan صوموا تصحوا ‘berpuasalah
niscaya kalian sehat’. Ungkapan ini popular sebagai hadits Nabi yang
diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari jalur Abu Hurairah. Banyak ulamak yang
menilai hadits tersebut lemah atau bahkan palsu. Terlepas dari kontroversi yang
ada, ungkapan tersebut isinya sangat bagus. Andaikan tidak berasal dari
Rasulullah, ungkapan tersebut sangat memotivasi umat Islam untuk berpuasa.
Ungkapan tersebut merupakan ungkapan umum,
dalam arti tidak dibatasi puasa wajib atau puasa sunnah. Hal itu berarti, semua
puasa (wajib ataupun sunnah) memberikan manfaat medis. Dalam khutbah singkat ini
dikemukakan hasil penelitian yang mengungkap manfaat medis dari puasa,
sekaligus membuktikan kebenaran kata-kata shuumuu tashihhu.
Ahmad Al-Qadhi dalam tulisannya tentang Bukti Baru
Keajaiban Ilmiah Al-Qur’an dan As-Sunnah (1997) mengemukakan hasil penelitian eksperimen
ketahanan fisik orang-orang yang berpuasa. Penelitian dilakukan terhadap 20
sukarelawan berbadan sehat, terdiri atas 8 wanita dan 12 pria, berusia 12-52
tahun. Kesehatan fisik ditentukan berdasarkan: a) tempo latihan yang
diselesaikan (semacam treadmill), b) kecepatan detak jantung, c) tekanan darah
dikalikan jetak jantung, d) tingkat rasa letih yang tercermin pada (1) tingkat sesak
nafas, dan (2) tingkat rasa penat pada kedua betis.
Jamaatal
muslimin
Empat
atau Lima aspek tersebut diamati/diukur tiga kali, yaitu 2 minggu
sebelumRamadhan, 1 minggu sebelum Ramadhan, dan Minggu ke 3 Ramadhan. sejak sebelum
puasa sampai minggu ke 3 Ramadhan. Perbandingan hasil pengukuran terakhir dan
kedua menunjukkan hasil berikut.
Pertama, tempo
latihan/treadmill yang diselesaikan meningkat 65% (dari 10.2 menit menjadi 16.8
menit). 30% relawan mengalami kenaikan tempo latihan 200%, dan 40% mengalami
kenaikan 7%.
Kedua, kecepatan detak
jantung mengalami perbaikan 6% (menurun dari 170 detak/menit menjadi 159
detak/menit.
Ketiga, hasil tekanan darah
dikalikan kecepatan detak jantung
mengalami perbaikan 9%.
Keempat, rasa letih yg tercermin pada sesak nafas membaik 9%. Adapun
rasa letih yang tercermin pada tingkat kepenatan kedua betis menurun dari 6.1
derajat – 5.4 derajat (perbaikan 11%). Hal
ini juga dikemukakan oleh Muhammad al-Bahrawi dalam tulisannya tahun 2011
berjudul: بحث علمى يثبت الإعجاز
العلمى لـقول النبى "صوموا تصحوا"
Dr. Fathi el-Syauk dalam tulisannya pada Aljazeerah.net
mengutip pernyataan Prof. Nikolaev Beloy dari Moskow bahwa setiap orang perlu
berpuasa (menghindari makan minum) selama 4 mingguan setiap tahun agar
menikmati kesehatan sepanjang hayat.
Jamaatal
muslimin
Penelitian tersebut membuktikan manfaat medis puasa
ramadhan. Bagaimana halnya dengan puasa sunnah? Al-Ustadz Abd. Daim al-Kaheel
mengemukakan bahwa University of Southern California (Univ California
Selatan) mengumumkan hasil penelitiannya yang menarik, yaitu bahwa cara yang
paling efektif untuk meregenerasi dan memperkuat system kekebalan tubuh adalah
dengan cara berpuasa tiga hari berturut-turut.
Penelitian berlangsung selama enam bulan. Dengan berpuasa tiga hari,
tubuh menghancurkan racun2 yang menumpuk dan sel-sel yg rusak yg membebani
tubuh. Dengan berpuasa tiga hari berturut2 sistem kekebalan tubuh juga semakin
kuat dan efektif untuk menangkal berbagai virus. Prof. valter longgo mengemukakan
bahwa ketika sel-sel anda kelaparan, mereka lebih tahan terhadap stress dan
bisa lebih tahan hidup. Dengan berpuasa 3 hari terjadi regenerasi sel-sel dan
proses pembangunan system kekebalan tubuh. Pertanyaannya, puasa tiga yg
bagaimanakah yang berhasil meregenerasi sel dan membangun kekebalan tubuh itu?
Ustadz Abd. Daem al-Kaheel mengutip hasil Penelitian di Chicago yang
diterbitkan pada Jurnal Nutrition and
Healthy Aging bahwa cara berpuasa dimaksud disebut puasa 16:8. Maksudnya
selama 16 jam menghindari makan dan minum, dan 8 jam masa untuk
makan-minum.
Jamaatal
muslimin
Puasa 16:8 ini sangat mirip dengan model puasa dalam
Islam. Hari-hari ini umat muslim Indonesia berpuasa ±14 jam, di Timur Tengah
±14-15 jam, di Eropa, di Belahan bumi paling selatan (chile dan Selandia Baru)
11 jam. Sebaliknya di belahan bumi paling utara (Norwegia dan Islandia) 18
jam.
Rasulullah shallallahu alaih ternyata memiliki perhatian
besar terhadap puasa 3 hari berturut-turut ini yang kita kenal dengan puasa
ayyamul biidh (puasa hari-hari padang bulan). Rasulullah telah membiasakan diri
berpuasa 3 hari tgl 13, 14, dan 15 sejak sebelum turunnya perintah puasa
Ramadhan. Rasulullah mendorong umatnya agar berpuasa 3 hari ayyamul biidh
setiap bulan, dengan motivasi yang sangat besar, bahwa puasa tiga hari tiap
bulan itu sama dengan puasa setahun penuh. Ust. Al-Kaheel menegaskan bahwa
seolah-olah rasulullah mengatakan perbaruilah system kekebalan tubuh anda tiap
bulan, dan system ini akan melawan semua jenis virus dan penyakit sepanjang
tahun.
Jamaatal muslimin
Rasulullah mengatakan bahkan melaksanakan, dan
menganjurkan suatu gaya hidup atau kebiasaan hidup sehat yang manfaatnya baru
diketahui oleh dunia medis belasan abad kemudian. Hal itu tidak lain
menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa oleh beliau beserta seluruh ajaran di
dalamnya. Karena itu sudah sepatutnya kita mengimani, mengamini, dan
mengamankan ajaran rasulullah dengan mengamalkannya dalam kehidupan.
بارك الله لي ولكم بالقرآن الكريم ونفعني وإياكم من الآيات والذكر الحكيم
وتقبل الله منا ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.