Back To Top

Search This Blog

Tuesday, 11 May 2021

 

Khutbah ramadhan (Manfaat Medis Puasa) (April, 2021)

 

Imam Asrori

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات

وبفضله تتنزل الخيرات والبركات

وبتوفيقه تتحقق المقاصد والغايات

أشهد أن لا إله إلا الله عالم الغيب والشهادات

وأشهد أن محمدا عبده ورسوله خير المخلوقات

اللهم صل وسلم على سيدنا ونبينا محمد أفضل المخلوقات

وعلى آله وأصحابه وتابعيه في شتى البريات

كما صليت على نبينا إبراهيم خليل خالق الأرض والسموات

 

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

بسم الله الرحمن الرحيم

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام

كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون  (البقرة/2: 183)

وقال صلى الله عليه وسلم: صوموا تصحوا.

 

Jamaatal muslimin

            Marilah kita selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Salah satunya dengan memahami bukti kebenaran kalamullah dan kalam nabi Muhammad. Pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah terjadi perang Badar, perang besar pertama antara pasukan Rasulullah melawan pasukan Quraisy, yang dimenangkan oleh pasukan Islam. Pada Ramadhan ke 2 hijriah ini, umat Islam pertama kali melaksanakan puasa Ramadhan. Terjadinya perang Badar di Bulan Ramadhan tentu atas kehendak Allah dengan maksud besar. Salah satunya agar umat Islam tidak loyo di Bulan Ramadhan , agar umat Islam tetap bekerja keras secara fisik, meskipun sedang berpuasa.

Realitasnya, secara individual atau lembaga umat Islam mempersepsikan diri bahwa dengan puasa badan menjadi lemah kurang bertenaga, karena tidak ada asupan makanan dan minuman.  Di berbagai Negara Islam termasuk Indonesia, terperkantoran dan persekolahanpun mengurangi jam kerjanya.

 

 

 

Jamaatal muslimin

            Terdapat ungkapan صوموا تصحوا ‘berpuasalah niscaya kalian sehat’. Ungkapan ini popular sebagai hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari jalur Abu Hurairah. Banyak ulamak yang menilai hadits tersebut lemah atau bahkan palsu. Terlepas dari kontroversi yang ada, ungkapan tersebut isinya sangat bagus. Andaikan tidak berasal dari Rasulullah, ungkapan tersebut sangat memotivasi umat Islam untuk berpuasa. Ungkapan tersebut merupakan ungkapan umum, dalam arti tidak dibatasi puasa wajib atau puasa sunnah. Hal itu berarti, semua puasa (wajib ataupun sunnah) memberikan manfaat medis. Dalam khutbah singkat ini dikemukakan hasil penelitian yang mengungkap manfaat medis dari puasa, sekaligus membuktikan kebenaran kata-kata shuumuu tashihhu.

            Ahmad Al-Qadhi dalam tulisannya tentang Bukti Baru Keajaiban Ilmiah Al-Qur’an dan As-Sunnah (1997) mengemukakan hasil penelitian eksperimen ketahanan fisik orang-orang yang berpuasa. Penelitian dilakukan terhadap 20 sukarelawan berbadan sehat, terdiri atas 8 wanita dan 12 pria, berusia 12-52 tahun. Kesehatan fisik ditentukan berdasarkan: a) tempo latihan yang diselesaikan (semacam treadmill), b) kecepatan detak jantung, c) tekanan darah dikalikan jetak jantung, d) tingkat rasa letih yang tercermin pada (1) tingkat sesak nafas, dan (2) tingkat rasa penat pada kedua betis.

 

Jamaatal muslimin

Empat atau Lima aspek tersebut diamati/diukur tiga kali, yaitu 2 minggu sebelumRamadhan, 1 minggu sebelum Ramadhan, dan Minggu ke 3 Ramadhan. sejak sebelum puasa sampai minggu ke 3 Ramadhan. Perbandingan hasil pengukuran terakhir dan kedua menunjukkan hasil berikut.

 

Pertama, tempo latihan/treadmill yang diselesaikan meningkat 65% (dari 10.2 menit menjadi 16.8 menit). 30% relawan mengalami kenaikan tempo latihan 200%, dan 40% mengalami kenaikan 7%.

 

Kedua, kecepatan detak jantung mengalami perbaikan 6% (menurun dari 170 detak/menit menjadi 159 detak/menit.

 

Ketiga, hasil tekanan darah dikalikan kecepatan detak jantung  mengalami perbaikan 9%.

 

Keempat, rasa letih yg tercermin pada sesak nafas membaik 9%. Adapun rasa letih yang tercermin pada tingkat kepenatan kedua betis menurun dari 6.1 derajat – 5.4 derajat (perbaikan 11%).  Hal ini juga dikemukakan oleh Muhammad al-Bahrawi dalam tulisannya tahun 2011 berjudul: بحث علمى يثبت الإعجاز العلمى لـقول النبى "صوموا تصحوا"

 

            Dr. Fathi el-Syauk dalam tulisannya pada Aljazeerah.net mengutip pernyataan Prof. Nikolaev Beloy dari Moskow bahwa setiap orang perlu berpuasa (menghindari makan minum) selama 4 mingguan setiap tahun agar menikmati kesehatan sepanjang hayat.

 

Jamaatal muslimin

            Penelitian tersebut membuktikan manfaat medis puasa ramadhan. Bagaimana halnya dengan puasa sunnah? Al-Ustadz Abd. Daim al-Kaheel mengemukakan bahwa University of Southern California (Univ California Selatan) mengumumkan hasil penelitiannya yang menarik, yaitu bahwa cara yang paling efektif untuk meregenerasi dan memperkuat system kekebalan tubuh adalah dengan cara berpuasa tiga hari berturut-turut.  Penelitian berlangsung selama enam bulan. Dengan berpuasa tiga hari, tubuh menghancurkan racun2 yang menumpuk dan sel-sel yg rusak yg membebani tubuh. Dengan berpuasa tiga hari berturut2 sistem kekebalan tubuh juga semakin kuat dan efektif untuk menangkal berbagai virus. Prof. valter longgo mengemukakan bahwa ketika sel-sel anda kelaparan, mereka lebih tahan terhadap stress dan bisa lebih tahan hidup. Dengan berpuasa 3 hari terjadi regenerasi sel-sel dan proses pembangunan system kekebalan tubuh. Pertanyaannya, puasa tiga yg bagaimanakah yang berhasil meregenerasi sel dan membangun kekebalan tubuh itu? Ustadz Abd. Daem al-Kaheel mengutip hasil Penelitian di Chicago yang diterbitkan pada Jurnal  Nutrition and Healthy Aging bahwa cara berpuasa dimaksud disebut puasa 16:8. Maksudnya selama 16 jam menghindari makan dan minum, dan 8 jam masa untuk makan-minum.  

 

Jamaatal muslimin

            Puasa 16:8 ini sangat mirip dengan model puasa dalam Islam. Hari-hari ini umat muslim Indonesia berpuasa ±14 jam, di Timur Tengah ±14-15 jam, di Eropa, di Belahan bumi paling selatan (chile dan Selandia Baru) 11 jam. Sebaliknya di belahan bumi paling utara (Norwegia dan Islandia) 18 jam. 

            Rasulullah shallallahu alaih ternyata memiliki perhatian besar terhadap puasa 3 hari berturut-turut ini yang kita kenal dengan puasa ayyamul biidh (puasa hari-hari padang bulan). Rasulullah telah membiasakan diri berpuasa 3 hari tgl 13, 14, dan 15 sejak sebelum turunnya perintah puasa Ramadhan. Rasulullah mendorong umatnya agar berpuasa 3 hari ayyamul biidh setiap bulan, dengan motivasi yang sangat besar, bahwa puasa tiga hari tiap bulan itu sama dengan puasa setahun penuh. Ust. Al-Kaheel menegaskan bahwa seolah-olah rasulullah mengatakan perbaruilah system kekebalan tubuh anda tiap bulan, dan system ini akan melawan semua jenis virus dan penyakit sepanjang tahun.

 

Jamaatal muslimin

            Rasulullah mengatakan bahkan melaksanakan, dan menganjurkan suatu gaya hidup atau kebiasaan hidup sehat yang manfaatnya baru diketahui oleh dunia medis belasan abad kemudian. Hal itu tidak lain menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa oleh beliau beserta seluruh ajaran di dalamnya. Karena itu sudah sepatutnya kita mengimani, mengamini, dan mengamankan ajaran rasulullah dengan mengamalkannya dalam kehidupan.

 

بارك الله لي ولكم بالقرآن الكريم ونفعني وإياكم من الآيات والذكر الحكيم وتقبل الله منا ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.

 

 

 

 

contoh iklan

Site Links