Back To Top

Search This Blog

Thursday, 23 December 2021

SAYYIDA MARYAM WANITA PILIHAN

 

SAYYIDA MARYAM WANITA PILIHAN

(Khutbah Masjid Ar-Rahman Malang, 24 Des 2021)

Imam Asrori

Universitas Negeri Malang

Yayasan As-Sanabila Malang

 

Sekarang kita berada di tanggal 24 Desember. Dua hari lalu tanggal 22 Desember yang kita peringati sebagai hari Ibu. Marilah kita berdoa kepada Allah agar ibu kita dan semua ibu umat islam diberkahi Allah, dirahmati Allah, dan diridhai Allah. Yang ibunya masih hidup, sayangilah dan hormatilah semaksimal mungkin. Jika ibunya sudah tiada, doakan, doakan terus setiap saat.

 

Jamaatal muslimin

            Ada seorang ibu pilihan mengalahkan seluruh Wanita di dunia. Dialah siti atau sayyidati Maryam, ibunda Nabi Isa. Dalam agama Islam, sayidah Maryam sangat dihormati. Nama Maryam disebut sebanyak 37 kali dalam al-Qur’an. Lebih dari itu, nama Maryam diabadikan sebagai salah satu nama surat tersendiri dalam al-Qur’an. Di sisi lain, tidak ada satupun nama istri Rasulullah yang menjadi nama surat al-Qur’an.. Hal itu menunjukkan bahwa al-Qur’an bukanlah buatan Nabi Muhammad, melainkan murni dari Allah. Di sisi lain, hal itu menunjukkan kedudukan siti Maryam dalam Islam.

Sosok bunda Siti Maryam sebagai wanita pilihan dinyatakan Allah dalam al-qur’an surat Ali Imran/3: 42

وإذ قالت الملائكة يا مريم إن الله اصطفاك وطهرك واصطفاك على نساء العالمين

            “ingatlah Ketika malaikat berkata: ‘Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memilihmu, mensucikanmu, dan memilihmu mengungguli Wanita di dunia’

Pada ayat ini pernyataan bahwa Allah memilih sayyidah marya diulang dua kali.

Sejak masih berada di dalam kandungan, diri Sayyidah Maryam telah “diwakafkan” untuk berkhidmat/mengabdi kepada Allah dan mengabdi di rumah ibadah. Hal itu dicatat dalam al-Qur’an ayat 35-36 surat Ali Imran (3).

إذ قالت امرأة عمران رب إني نذرت لك ما في بطني محررا فتقبل مني إنك أنت السميع العليم

فلما وضعتها قالت رب إني وضعتها أنثى والله أعلم بما وضعت وليس الذكر كالأنثى وإني سميتها مريم وإني أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat (di Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk."

Istri Imran berharap ia mengandung anak laki-laki dan bernadzar mewakafkan anaknya itu untuk mengabdi di Baitul Maqdis, tetapi Ketika melahirkan, ia terkejut karena ia melahirkan bayi perempuan. Dalam tradisi masyarakat, yang mengabdi dan menjadi aktifis Baitul Maqdis adalah laki-laki. Apa yang bisa dilakukan anak perempuannya itu di Baitul Maqdis kelak? Begitu pikirnya.

 

Jamaatal muslimin

            Dalam suatu episode sejarah Islam, sebelum kaum muslimin hijrah ke Madinah, Sebagian umat Islam,  sekitar 80 muslimin-muslimat berhijrah ke Habasyah dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib (sepupu Rasulullah). Mendengar kepindahan Ja’far dan rombongan, orang-orang musyrik memerintahkan Abdullah bin Abi Rabi’ah dan ‘Amr bin Al ‘Ash menemui Raja Najasyi (penguasa Habasyah) dengan maksud meminta Raja Najasyi menyerahkan Ja’far dan rombongan kepada mereka.

            Setiba di Habasyah, dua delegasi ini membuli rombongan umat Islam yang dipimpin Ja’far tersebut. Abu Rabiah dan Amru bin Ash mengatakan kepada Najasyi bahwa umat Islam merendahkan sayyidah Maryam dan Isa. Sebagai Raja yang adil dan bijaksana, Najasyi tidak mau bertindak berdasarkan keterangan sepihak. Karena itu, ia meminta Ja’far untuk menjelaskan ajaran Islam tentang sayyidah Maryam. Ja’far pun segera membacakan beberapa ayat dalam surat Maryam berikut:

واذكر في الكتاب مريم إذ انتبذت من أهلها مكانا شرقيا    (16)

فاتخذت من دونهم حجابا فأرسلنا إليها روحنا فتمثل لها بشرا سويا (17)

قالت إني أعوذ بالرحمن منك إن كنت تقيا (18)

قال إنما أنا رسول ربك لأهب لك غلاما زكيا (19)

قالت أنى يكون لي غلام ولم يمسسني بشر ولم أك بغيا (20)

قال كذلك قال ربك هو علي هين ولنجعله آية للناس ورحمة منا وكان أمرا مقضيا (21)

فحملته فانتبذت به مكانا قصيا (22) (Maryam mengasingkan diri)

فأجاءها المخاض إلى جذع النخلة قالت يا ليتني مت قبل هذا وكنت نسيا منسيا (23)

فناداها من تحتها ألا تحزني قد جعل ربك تحتك سريا (24)

وهزي إليك بجذع النخلة تساقط عليك رطبا جنيا (25)

فكلي واشربي وقري عينا فإما ترين من البشر أحدا فقولي إني نذرت للرحمن صوما فلن أكلم اليوم إنسيا (26)

فأتت به قومها تحمله قالوا يا مريم لقد جئت شيئا فريا (27)

يا أخت هارون ما كان أبوك امرأ سوء وما كانت أمك بغيا (28)

فأشارت إليه قالوا كيف نكلم من كان في المهد صبيا (29)

قال إني عبد الله آتاني الكتاب وجعلني نبيا  (30)

 

Raja Najasyi yang nasrani dan para pembesar kerajaan, ketika mendengar ayat-ayat tersebut dibacakan Ja’far, mereka menangis. Air mata mereka meleleh. Kita yang mengaku muslim sudah sering mendengar ayat-ayat ini dan ayat-ayat lainnya atau bahkan membaca sendiri, tetapi kita belum pernah menangis karenanya. Jangan-jangan kita belum pernah membaca al-Qur’an dalam arti yang sebenarnya. Selama ini kita baru membunyikan al-Qur’an.

 

Jamaatal muslimin

            Menanggapi pandangan umat Islam tentang sayyidah Maryam dan nabi Isa yang dibacakan Ja’far tersebut Raja Nakasyi berkata: “Apa yang mereka bacakan kepada kami dan apa yang dibawa oleh Isa bin Maryam berasal dari sumber yang sama”. “Demi Allah, aku sekali-kali tidak akan menyerahkan mereka kepada kalian selama aku masih hidup,” lanjut An Najasyi kepada utusan Quraisy. Silakan kalian pulang.

 

Jamaatal muslimin

Dari ayat-ayat yang dibacakan Ja’far bin Thalib tersebut dapat disarikan beberapa poin penting:

a)      Sayyidah Maryam adalah Wanita suci dan putri dari ayah-ibu terhormat

b)     Sayyidah Maryam dipilih Allah untuk melahirkan Nabi Isa tanpa sebagai ruh yang diberikan Allah tanpa melalui persentuhan dengan laki-laki.

c)      Sebagai manusia, Sayyidah Maryam mengalami penderitaan batin saat mengandung dan melahirkan anak tanpa bapak.

d)     Sayyidah Maryam menghadapi bulian masyarakat dengan sabar dan puasa

e)      Isa lahir pada masa buah pohon kurma siap dikonsumsi (Agustus-Oktober)

f)       Bayi Isa menyatakan dirinya sebagai hamba Allah dan Nabi

 

Marilah kita tutup khutbah ini dengan memanjatkan doa agar kita semua bisa selalu berbakti kepada kedua orang tua, terlebih kepada ibu, baik Ketika mereka masih hidup maupun sudah meninggal. Semoga semua ibu dari kita diberi kekuatan Allah untuk menjadi Wanita-wanita yang Tangguh dalam beribadah.

 

 

contoh iklan

Site Links