SAYYIDA MARYAM WANITA PILIHAN
SAYYIDA
MARYAM WANITA PILIHAN
(Khutbah
Masjid Ar-Rahman Malang, 24 Des 2021)
Imam Asrori
Universitas Negeri Malang
Yayasan As-Sanabila Malang
Sekarang kita berada di
tanggal 24 Desember. Dua hari lalu tanggal 22 Desember yang kita peringati
sebagai hari Ibu. Marilah kita berdoa kepada Allah agar ibu kita dan semua ibu umat
islam diberkahi Allah, dirahmati Allah, dan diridhai Allah. Yang ibunya masih
hidup, sayangilah dan hormatilah semaksimal mungkin. Jika ibunya sudah tiada,
doakan, doakan terus setiap saat.
Jamaatal muslimin
Ada
seorang ibu pilihan mengalahkan seluruh Wanita di dunia. Dialah siti atau
sayyidati Maryam, ibunda Nabi Isa. Dalam agama Islam, sayidah Maryam sangat
dihormati. Nama Maryam disebut sebanyak 37 kali dalam al-Qur’an. Lebih dari
itu, nama Maryam diabadikan sebagai salah satu nama surat tersendiri dalam
al-Qur’an. Di sisi lain, tidak ada satupun nama istri Rasulullah yang menjadi
nama surat al-Qur’an.. Hal itu menunjukkan bahwa al-Qur’an bukanlah buatan Nabi
Muhammad, melainkan murni dari Allah. Di sisi lain, hal itu menunjukkan
kedudukan siti Maryam dalam Islam.
Sosok bunda Siti Maryam
sebagai wanita pilihan dinyatakan Allah dalam al-qur’an surat Ali Imran/3: 42
وإذ قالت الملائكة يا مريم إن الله اصطفاك وطهرك واصطفاك على
نساء العالمين
“ingatlah
Ketika malaikat berkata: ‘Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memilihmu,
mensucikanmu, dan memilihmu mengungguli Wanita di dunia’
Pada ayat ini pernyataan bahwa Allah
memilih sayyidah marya diulang dua kali.
Sejak masih berada
di dalam kandungan, diri Sayyidah Maryam telah “diwakafkan” untuk
berkhidmat/mengabdi kepada Allah dan mengabdi di rumah ibadah. Hal itu dicatat
dalam al-Qur’an ayat 35-36 surat Ali Imran (3).
إذ قالت امرأة عمران رب
إني نذرت لك ما في بطني محررا فتقبل مني إنك أنت السميع العليم
فلما وضعتها قالت رب إني
وضعتها أنثى والله أعلم بما وضعت وليس الذكر كالأنثى وإني سميتها مريم وإني أعيذها
بك وذريتها من الشيطان الرجيم
(Ingatlah), ketika
istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada
Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat (di
Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
Maka tatkala istri
Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku
melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang
dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.
Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya
serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang
terkutuk."
Istri
Imran berharap ia mengandung anak laki-laki dan bernadzar mewakafkan anaknya
itu untuk mengabdi di Baitul Maqdis, tetapi Ketika melahirkan, ia terkejut
karena ia melahirkan bayi perempuan. Dalam tradisi masyarakat, yang mengabdi
dan menjadi aktifis Baitul Maqdis adalah laki-laki. Apa yang bisa dilakukan
anak perempuannya itu di Baitul Maqdis kelak? Begitu pikirnya.
Jamaatal muslimin
Dalam suatu episode sejarah Islam,
sebelum kaum muslimin hijrah ke Madinah, Sebagian umat Islam, sekitar 80 muslimin-muslimat berhijrah ke
Habasyah dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib (sepupu Rasulullah). Mendengar
kepindahan Ja’far dan rombongan, orang-orang musyrik memerintahkan Abdullah bin Abi Rabi’ah dan ‘Amr bin Al ‘Ash menemui Raja
Najasyi (penguasa Habasyah) dengan maksud meminta Raja Najasyi menyerahkan
Ja’far dan rombongan kepada mereka.
Setiba
di Habasyah, dua delegasi ini membuli rombongan umat Islam yang dipimpin Ja’far
tersebut. Abu Rabiah dan Amru bin Ash mengatakan kepada Najasyi bahwa umat
Islam merendahkan sayyidah Maryam dan Isa. Sebagai Raja yang adil dan
bijaksana, Najasyi tidak mau bertindak berdasarkan keterangan sepihak. Karena
itu, ia meminta Ja’far untuk menjelaskan ajaran Islam tentang sayyidah Maryam.
Ja’far pun segera membacakan beberapa ayat dalam surat Maryam berikut:
واذكر في الكتاب مريم إذ انتبذت من أهلها مكانا
شرقيا (16)
فاتخذت من دونهم حجابا فأرسلنا إليها روحنا
فتمثل لها بشرا سويا (17)
قالت إني أعوذ بالرحمن منك إن كنت تقيا (18)
قال إنما أنا رسول ربك لأهب لك غلاما زكيا (19)
قالت أنى يكون لي غلام ولم يمسسني بشر ولم أك
بغيا (20)
قال كذلك قال ربك هو علي هين ولنجعله آية للناس
ورحمة منا وكان أمرا مقضيا (21)
فحملته فانتبذت به مكانا قصيا (22) (Maryam mengasingkan
diri)
فأجاءها المخاض إلى جذع النخلة قالت يا ليتني مت
قبل هذا وكنت نسيا منسيا (23)
فناداها من تحتها ألا تحزني قد جعل ربك تحتك
سريا (24)
وهزي إليك بجذع النخلة تساقط عليك رطبا جنيا
(25)
فكلي واشربي وقري عينا فإما ترين من البشر أحدا
فقولي إني نذرت للرحمن صوما فلن أكلم اليوم إنسيا (26)
فأتت به قومها تحمله قالوا يا مريم لقد جئت شيئا
فريا (27)
يا أخت هارون ما كان أبوك امرأ سوء وما كانت أمك
بغيا (28)
فأشارت إليه قالوا كيف نكلم من كان في المهد
صبيا (29)
قال إني عبد الله آتاني الكتاب وجعلني نبيا (30)
Raja
Najasyi yang nasrani dan para pembesar kerajaan, ketika mendengar ayat-ayat
tersebut dibacakan Ja’far, mereka menangis. Air mata mereka meleleh. Kita yang
mengaku muslim sudah sering mendengar ayat-ayat ini dan ayat-ayat lainnya atau
bahkan membaca sendiri, tetapi kita belum pernah menangis karenanya.
Jangan-jangan kita belum pernah membaca al-Qur’an dalam arti yang sebenarnya.
Selama ini kita baru membunyikan al-Qur’an.
Jamaatal
muslimin
Menanggapi
pandangan umat Islam tentang sayyidah Maryam dan nabi Isa yang dibacakan Ja’far
tersebut Raja Nakasyi berkata: “Apa yang mereka bacakan kepada kami dan apa yang
dibawa oleh Isa bin Maryam berasal dari sumber yang sama”. “Demi Allah, aku
sekali-kali tidak akan menyerahkan mereka kepada kalian selama aku masih
hidup,” lanjut An Najasyi kepada utusan Quraisy. Silakan kalian pulang.
Jamaatal muslimin
Dari ayat-ayat yang dibacakan Ja’far bin
Thalib tersebut dapat disarikan beberapa poin penting:
a)
Sayyidah
Maryam adalah Wanita suci dan putri dari ayah-ibu terhormat
b)
Sayyidah
Maryam dipilih Allah untuk melahirkan Nabi Isa tanpa sebagai ruh yang diberikan
Allah tanpa melalui persentuhan dengan laki-laki.
c)
Sebagai
manusia, Sayyidah Maryam mengalami penderitaan batin saat mengandung dan
melahirkan anak tanpa bapak.
d)
Sayyidah
Maryam menghadapi bulian masyarakat dengan sabar dan puasa
e)
Isa
lahir pada masa buah pohon kurma siap dikonsumsi (Agustus-Oktober)
f)
Bayi
Isa menyatakan dirinya sebagai hamba Allah dan Nabi
Marilah kita tutup
khutbah ini dengan memanjatkan doa agar kita semua bisa selalu berbakti kepada
kedua orang tua, terlebih kepada ibu, baik Ketika mereka masih hidup maupun
sudah meninggal. Semoga semua ibu dari kita diberi kekuatan Allah untuk menjadi
Wanita-wanita yang Tangguh dalam beribadah.