Kultum_21_kartini dan angen-angen makna al-Qur’an
KARTINI DAN ANGEN-ANGEN MAKNA AL-QUR’AN
Imam Asrori (Universitas Negeri Malang dan Yayasan As-Sanabila
Malang)
الحمد
لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه صلاة وسلاما ومحبة لرسوله، أما بعد،
Jama’ah shalat tarawih ..
Alhamdulillah kita telah berada di
malam ke 17 Ramadhan yang merupakan malam Nuzuulul Qur’an. Beberapa hari lagi
kita memperingati hari Kartini. Karena itu, pada kultum malam ini sedikit kita kaji tentang Kartini dan
Angen-angen makna al-Qur’an.
Kartini adalah putri seorang bangsawan, tepatnya putri Bupati
Jepara. Sebagai seorang Muslimah putri bangsawan, Kartini belajar agama dengan
mendatangkan guru khusus ke rumah. Kartini pernah dimarahi oleh guru ngajinya
karena ia menanyakan arti suatu ayat al_qur’an. Kartini ingin memahami ayat
al-Qur’an yang dibaca. Kartini tidak ingin membaca al-Qur’an sebagai ritual
belaka, melainkan ia ingin membaca pedoman hidupnya.
Kartini bertemu dengan Kyai yang bisa dan mau menjelaskan isi
al-Qur’an, yaitu Kyai Shaleh Darat Semarang. Kyai Shaleh Darat mempunyai jadwal
rutin mengisi pengajian di kalangan bangsawan di sepanjang pesisir pantura.
Ketika Kartini berkunjung ke rumah kerabatnya, yaitu Bupati Demak, di sana
berlangsung pengajian khusus keluarga yang diisi oleh Kyai Shaleh Darat. Kyai
Shaleh menjelaskan makna surat al-Fatihah ayat demi ayat dengan bahasa Jawa.
Pucuk dicinta ulam tiba. Kartini mendapatkan hal yang selama ini diinginkan.
Dari pengajian itu, surat al-Fatihah yang semula gelap gulita bagi Kartini (tidak
dipahami) berubah menjadi terang benderang (maksudnya menjadi jelas). Ia pun
mohon kepada pamannya agar diantar menghadap kepada Kyai Shaleh Darat untuk
menyampaikan apresiasinya atas keberanian dan kemauan Kyai menafsirkan
al-Qur’an dalam bahasa Jawa. Di hadapan Kyai Shaleh, Kartini pun mengajukan
permohonan agar Kyai Shaleh berkenan menulis terjemah al-Qur’an dalam bahasa
Jawa dengan maksud agar al-Qur’an bisa dibaca sekaligus dipahami maksudnya.
Dengan demikian, al-Qur’an menjadi petunjuk bagi umat manusia. Atas permintaan
Kartini itu, Kyai Shaleh akhirnya menulis terjemah dan tafsir al-Qur’an dalam
bahasa Jawa Pegon. Sejak saat itu Kartini banyak berguru kepada Kyai Shaleh
Darat.
Jamaatal
muslimin
Jamaah sekalian, ini sedikit sisi
lain dari sejarah R.A. Kartini. Jika kita memperingati hari Kartini, maka
janganlah terbatas pada lomba-lomba berbusana mirip Kartini. Lebih penting dari
itu adalah meneladani perjuangannya, termasuk meneladani Kartini yang suka
mengaji bahkan mengaji makna al-Qur’an. Keinginan Kartini untuk memahami isi
al-Qur’an dan usulannya kepada Kyai Shaleh darat untuk menulis terjemah/tafsir
al-Qur’an dalam bahasa Jawa ini sesuai dengan semangat Q.S. 2:2 atau Q.S. 2:185
bahwa al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi orang-orang bertakwa ataupun
bagi manusia. Hal itu juga sesuai dengan syair tombo ati yang sering dibaca di
masjid-masjid/mushala setelah adzan untuk menunggu iqamah. Sebelum kita
lanjutkan kultum ini, mari kita senandungkan terlebih dahulu lagu tombo ati
berikut:
Tombo
Ati iku limo sak warnane
Moco
Qur’an angen-angen sak maknane
Kaping
phindo sholat wengi lakonono
Kaping
telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping
papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Kalau kita googling di internet tentang
asal usul lagu tombo ati, kita dapatkan bahwa yang mengenalkan atau mengajarkan
lagu Tombo Ati ini adalah Sunan Bonang, yang hidup pada abad ke 15 masehi. Ajaran
mulia Tombo Ati ini ternyata saya temukan dalam versi Bahasa Arab pada kitab
Zad al-Murabbiin min al-QaSaS at-Tarbawi al-Hadif karya Ibrahim Badar Syihab
al-Khalidi tahun 2010. Al-Khalidi sendiri mengutip dari Ibrahim al-KhawaS,
ulama ahlussunnah berkebangsaan Iran yang hidup pada abad ke 3 Hijriyah. Kalau
kita buka tentang Ibrahim alkhawash di Wikipedia bahasa Arab, kita dapatkan
bahwa salah satu kata-kata beliau yang terkenal adalah dawaa’ul qalbi “tombo
ati’. Berikut teks Tombo Ati versi Bahasa Arab yang dikutip oleh al-Khalidi
pada halaman 79:
دواء
القلب خمسة أشياء: قراءة القرآن بالتدبر، وخلو البطن، وقيام الليل، والتضرع عند
السحر، ومجالسة الصالحين.
Artinya:
Obat
Hati ada lima:
Membaca alqur’an sambil menghayati
maknanya
Perut kosong
Menegakkan shalat malam
Merunduk di hadapan Allah pada waktu
sahur/fajar
Duduk berteman dengan orang shaleh
Dari informasi bahwa yang pertama-tama
mengajarkan syair tombo ati di nusantara adalah Sunan Bonang di satu sisi dan
di sisi lain terdapat syair dawaa’ al-qalbi yang berasal dari Ibrahim
al-Khawash yang hidup pada abad ke 3 hijriah, dapat kita pahami keluasan ilmu
Sunan Bonang. Ajaran beliau insyaallah bersambung sanad sampai kepada ulama
sufi abad ke 3 hijriah tersebut.
Jamaatal
muslimin rahimakumullah
Tombo ati yang pertama menurut syair
tersebut adalah qira’atul qur’an bittadabbur ‘moco qur’an angen angen
sakmaknane’ atau membaca al-Qur’an sambil angen-angen, sambil memikirkan,
menghayati maknanya. Ini adalah ajaran yang sangat luar biasa hebatnya dan ini
pulalah yang diinginkan R.A Kartini. Sunan Bonang, Ibrahim al-Khawash, dan R.A.
Kartini mengajarkan kepada kita untuk tidak sekedar membaca al-Qur’an, tetapi
membaca al-Qur’an plus memahami maknanya. Membaca al-qur’an dengan angen-angen
maknanya menjadi obat bagi hati yang resah, hati yang sumpek, hati yang galau.
Studi ilmiah membuktikan bahwa
mendengarkan bacaan al-Qur’an tanpa memahami maknanya dapat menyembuhkan
berbagai penyakit hati. Dyah Ratna Meta Novia (Jurnalis) menulis
di Okezon.com edisi Kamis 09 April 2020 berjudul Hasil Penelitian Ilmiah, Baca
aAl-Qur’an Bisa Jadi Obat Banyak Penyakit. Ia mengutip hasil penelitian Dr.
Ahmed al-Qadhi bahwa ratusan pasien yang diterapi dengan memperdengarkan bacaan
al-Qur’an di kliniknya di Florida AS, mengalami perubahan psikologis yang
sangat besar. Depresi mereka menurun, kesedihan menurun, ketenangan jiwanya
meningkat. Hal itu dialami pasien yang tidak mengerti bahasa Arab bahkan non
muslim.
Jika
mendengar bacaan al-Qur’an tanpa memahami artinya saja bisa membuat hati lebih
tenang, apalagi mendengar dan memahami artinya. Jika mendengar bacaan al-qur’an
tanpa paham maknanya saja bisa menurunkan depresi, apalagi membaca sendiri
al-Qur’an. Dengan demikian, membaca al-Qur’an dengan angen-angen sakmaknane
tentu memiliki khasiat obat yang sangat dahsyat.
Nabi
Muhammad shallaLLahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: Barang siapa
membaca satu huruf al-Qur’an, makai a memperoleh satu kebaikan (hasanah) dan
setiap satu kebaikan dilipatkan sepuluh kali. Saya tidak mengatakan alif-lam-mim
itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim
satu huruf.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, jika
kita ingin mendapatkan kebaikan dengan mudah dan cepat, maka caranya adalah
dengan membaca al-Qur’an. Kalau kita membaca al-Fatihah saja, kita mendapatkan
139 kebaikan kali 10. Kata hasanah ‘kebaikan’ pada hadits tersebut bersifat
umum. Kebaikan dimaksud bisa berupa terhindar dari musibah, bertambah rejeki,
atau sembuh dari suatu penyakit.
Jamaatal muslimin
Membaca al-Qur’an dengan angen-angen
sakmaknane sebetulnya mempersyaratkan kemampuan bahasa Arab. Hal ini sangat
berat, karena realitasnya mayoritas umat Islam tidak belajar bahasa Arab.
Angen-angen makna al-Qur’an bisa kita lakukan dengan membaca terjemah al-Qur’an
yang sekarang sudah bisa kita nikmati melalui HP kita. Dengan membaca terjemah
al-Qur’an seseorang bisa memperoleh informasi-informasi yang tidak ia peroleh
jika ia hanya membaca teks asli al-Qur’an, tanpa diikuti dengan membaca
terjemahannya. Banyak saudara kita yang memperoleh petunjuk dan masuk Islam
setelah mereka membaca terjemah al-Qur’an. Dick Walter Mosig masuk Islam
setelah membaca al-Qur’an terjemah bahasa Spanyol (Sasongko, 2012). Caitlyn
Munro, calon perawat asl Inggris masuk Islam setelah membaca al-Qur’an terjemah
(Febriani, 2020). Demikian halnya Fitri Tropica mendapat hidayah setelah baca
al-Qur’an dan terjemahannya (KumparanHITS, 2018).
Semoga kultum ini bermanfaat untuk kita semua
Asslamu alaikum warahmatuLLah wabarakatuh
Referensi
Al-Khalidi, Ibrahim Badr Syihab. 2010. Zad
al-Murabbiin min al-QaSaS al-Tarbawi al-Hadif. Amman: Dar al-I’lam
Febriani,
Gresnia Arela. 2020. Kisah Calon
Perawat Cantik Jatuh Cinta Pada Islam Setelah Membaca Al Quran. Wolipop Rabu,
13 Mei 2020 04:00 WIB. https://wolipop.detik.com/hijab-update/d-5012277/kisah-calon-perawat-cantik-jatuh-cinta-pada-islam-setelah-membaca-al-quran