Back To Top

Search This Blog

Thursday, 21 April 2022

 Kultum_21_kartini dan angen-angen makna al-Qur’an

 

KARTINI DAN ANGEN-ANGEN MAKNA AL-QUR’AN

 

Imam Asrori (Universitas Negeri Malang dan Yayasan As-Sanabila Malang)

 

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه صلاة وسلاما ومحبة لرسوله، أما بعد،

            Jama’ah shalat tarawih ..

            Alhamdulillah kita telah berada di malam ke 17 Ramadhan yang merupakan malam Nuzuulul Qur’an. Beberapa hari lagi kita memperingati hari Kartini. Karena itu, pada kultum malam ini  sedikit kita kaji tentang Kartini dan Angen-angen makna al-Qur’an.

Kartini adalah putri seorang bangsawan, tepatnya putri Bupati Jepara. Sebagai seorang Muslimah putri bangsawan, Kartini belajar agama dengan mendatangkan guru khusus ke rumah. Kartini pernah dimarahi oleh guru ngajinya karena ia menanyakan arti suatu ayat al_qur’an. Kartini ingin memahami ayat al-Qur’an yang dibaca. Kartini tidak ingin membaca al-Qur’an sebagai ritual belaka, melainkan ia ingin membaca pedoman hidupnya.

Kartini bertemu dengan Kyai yang bisa dan mau menjelaskan isi al-Qur’an, yaitu Kyai Shaleh Darat Semarang. Kyai Shaleh Darat mempunyai jadwal rutin mengisi pengajian di kalangan bangsawan di sepanjang pesisir pantura. Ketika Kartini berkunjung ke rumah kerabatnya, yaitu Bupati Demak, di sana berlangsung pengajian khusus keluarga yang diisi oleh Kyai Shaleh Darat. Kyai Shaleh menjelaskan makna surat al-Fatihah ayat demi ayat dengan bahasa Jawa. Pucuk dicinta ulam tiba. Kartini mendapatkan hal yang selama ini diinginkan. Dari pengajian itu, surat al-Fatihah yang semula gelap gulita bagi Kartini (tidak dipahami) berubah menjadi terang benderang (maksudnya menjadi jelas). Ia pun mohon kepada pamannya agar diantar menghadap kepada Kyai Shaleh Darat untuk menyampaikan apresiasinya atas keberanian dan kemauan Kyai menafsirkan al-Qur’an dalam bahasa Jawa. Di hadapan Kyai Shaleh, Kartini pun mengajukan permohonan agar Kyai Shaleh berkenan menulis terjemah al-Qur’an dalam bahasa Jawa dengan maksud agar al-Qur’an bisa dibaca sekaligus dipahami maksudnya. Dengan demikian, al-Qur’an menjadi petunjuk bagi umat manusia. Atas permintaan Kartini itu, Kyai Shaleh akhirnya menulis terjemah dan tafsir al-Qur’an dalam bahasa Jawa Pegon. Sejak saat itu Kartini banyak berguru kepada Kyai Shaleh Darat.

 

Jamaatal muslimin

            Jamaah sekalian, ini sedikit sisi lain dari sejarah R.A. Kartini. Jika kita memperingati hari Kartini, maka janganlah terbatas pada lomba-lomba berbusana mirip Kartini. Lebih penting dari itu adalah meneladani perjuangannya, termasuk meneladani Kartini yang suka mengaji bahkan mengaji makna al-Qur’an. Keinginan Kartini untuk memahami isi al-Qur’an dan usulannya kepada Kyai Shaleh darat untuk menulis terjemah/tafsir al-Qur’an dalam bahasa Jawa ini sesuai dengan semangat Q.S. 2:2 atau Q.S. 2:185 bahwa al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi orang-orang bertakwa ataupun bagi manusia. Hal itu juga sesuai dengan syair tombo ati yang sering dibaca di masjid-masjid/mushala setelah adzan untuk menunggu iqamah. Sebelum kita lanjutkan kultum ini, mari kita senandungkan terlebih dahulu lagu tombo ati berikut:

 

Tombo Ati iku limo sak warnane

Moco Qur’an angen-angen sak maknane

Kaping phindo sholat wengi lakonono

Kaping telu wong kang sholeh kumpulono

Kaping papat kudu weteng ingkang luwe

Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

 

            Kalau kita googling di internet tentang asal usul lagu tombo ati, kita dapatkan bahwa yang mengenalkan atau mengajarkan lagu Tombo Ati ini adalah Sunan Bonang, yang hidup pada abad ke 15 masehi. Ajaran mulia Tombo Ati ini ternyata saya temukan dalam versi Bahasa Arab pada kitab Zad al-Murabbiin min al-QaSaS at-Tarbawi al-Hadif karya Ibrahim Badar Syihab al-Khalidi tahun 2010. Al-Khalidi sendiri mengutip dari Ibrahim al-KhawaS, ulama ahlussunnah berkebangsaan Iran yang hidup pada abad ke 3 Hijriyah. Kalau kita buka tentang Ibrahim alkhawash di Wikipedia bahasa Arab, kita dapatkan bahwa salah satu kata-kata beliau yang terkenal adalah dawaa’ul qalbi “tombo ati’. Berikut teks Tombo Ati versi Bahasa Arab yang dikutip oleh al-Khalidi pada halaman 79:

 

دواء القلب خمسة أشياء: قراءة القرآن بالتدبر، وخلو البطن، وقيام الليل، والتضرع عند السحر، ومجالسة الصالحين.

 

Artinya:

Obat Hati ada lima:

            Membaca alqur’an sambil menghayati maknanya

            Perut kosong

            Menegakkan shalat malam

            Merunduk di hadapan Allah pada waktu sahur/fajar

            Duduk berteman dengan orang shaleh

 

            Dari informasi bahwa yang pertama-tama mengajarkan syair tombo ati di nusantara adalah Sunan Bonang di satu sisi dan di sisi lain terdapat syair dawaa’ al-qalbi yang berasal dari Ibrahim al-Khawash yang hidup pada abad ke 3 hijriah, dapat kita pahami keluasan ilmu Sunan Bonang. Ajaran beliau insyaallah bersambung sanad sampai kepada ulama sufi abad ke 3 hijriah tersebut.

 

Jamaatal muslimin rahimakumullah

            Tombo ati yang pertama menurut syair tersebut adalah qira’atul qur’an bittadabbur ‘moco qur’an angen angen sakmaknane’ atau membaca al-Qur’an sambil angen-angen, sambil memikirkan, menghayati maknanya. Ini adalah ajaran yang sangat luar biasa hebatnya dan ini pulalah yang diinginkan R.A Kartini. Sunan Bonang, Ibrahim al-Khawash, dan R.A. Kartini mengajarkan kepada kita untuk tidak sekedar membaca al-Qur’an, tetapi membaca al-Qur’an plus memahami maknanya. Membaca al-qur’an dengan angen-angen maknanya menjadi obat bagi hati yang resah, hati yang sumpek, hati yang galau.

            Studi ilmiah membuktikan bahwa mendengarkan bacaan al-Qur’an tanpa memahami maknanya dapat menyembuhkan berbagai penyakit hati.  Dyah Ratna Meta Novia (Jurnalis) menulis di Okezon.com edisi Kamis 09 April 2020 berjudul Hasil Penelitian Ilmiah, Baca aAl-Qur’an Bisa Jadi Obat Banyak Penyakit. Ia mengutip hasil penelitian Dr. Ahmed al-Qadhi bahwa ratusan pasien yang diterapi dengan memperdengarkan bacaan al-Qur’an di kliniknya di Florida AS, mengalami perubahan psikologis yang sangat besar. Depresi mereka menurun, kesedihan menurun, ketenangan jiwanya meningkat. Hal itu dialami pasien yang tidak mengerti bahasa Arab bahkan non muslim.

            Jika mendengar bacaan al-Qur’an tanpa memahami artinya saja bisa membuat hati lebih tenang, apalagi mendengar dan memahami artinya. Jika mendengar bacaan al-qur’an tanpa paham maknanya saja bisa menurunkan depresi, apalagi membaca sendiri al-Qur’an. Dengan demikian, membaca al-Qur’an dengan angen-angen sakmaknane tentu memiliki khasiat obat yang sangat dahsyat.

            Nabi Muhammad shallaLLahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: Barang siapa membaca satu huruf al-Qur’an, makai a memperoleh satu kebaikan (hasanah) dan setiap satu kebaikan dilipatkan sepuluh kali. Saya tidak mengatakan alif-lam-mim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, jika kita ingin mendapatkan kebaikan dengan mudah dan cepat, maka caranya adalah dengan membaca al-Qur’an. Kalau kita membaca al-Fatihah saja, kita mendapatkan 139 kebaikan kali 10. Kata hasanah ‘kebaikan’ pada hadits tersebut bersifat umum. Kebaikan dimaksud bisa berupa terhindar dari musibah, bertambah rejeki, atau sembuh dari suatu penyakit.

 

Jamaatal muslimin

             Membaca al-Qur’an dengan angen-angen sakmaknane sebetulnya mempersyaratkan kemampuan bahasa Arab. Hal ini sangat berat, karena realitasnya mayoritas umat Islam tidak belajar bahasa Arab. Angen-angen makna al-Qur’an bisa kita lakukan dengan membaca terjemah al-Qur’an yang sekarang sudah bisa kita nikmati melalui HP kita. Dengan membaca terjemah al-Qur’an seseorang bisa memperoleh informasi-informasi yang tidak ia peroleh jika ia hanya membaca teks asli al-Qur’an, tanpa diikuti dengan membaca terjemahannya. Banyak saudara kita yang memperoleh petunjuk dan masuk Islam setelah mereka membaca terjemah al-Qur’an. Dick Walter Mosig masuk Islam setelah membaca al-Qur’an terjemah bahasa Spanyol (Sasongko, 2012). Caitlyn Munro, calon perawat asl Inggris masuk Islam setelah membaca al-Qur’an terjemah (Febriani, 2020). Demikian halnya Fitri Tropica mendapat hidayah setelah baca al-Qur’an dan terjemahannya (KumparanHITS, 2018).

 

Semoga kultum ini bermanfaat untuk kita semua

Asslamu alaikum warahmatuLLah wabarakatuh

 

Referensi

Al-Khalidi, Ibrahim Badr Syihab. 2010. Zad al-Murabbiin min al-QaSaS al-Tarbawi al-Hadif. Amman: Dar al-I’lam

Febriani, Gresnia Arela. 2020. Kisah Calon Perawat Cantik Jatuh Cinta Pada Islam Setelah Membaca Al Quran. Wolipop Rabu, 13 Mei 2020 04:00 WIB. https://wolipop.detik.com/hijab-update/d-5012277/kisah-calon-perawat-cantik-jatuh-cinta-pada-islam-setelah-membaca-al-quran

Sasongko, Agung. 2012. Dick Walter Mosig: Mendapat Hidayah Setelah Mendalami Al-Qur’an Terjemahan Spanyol. https://www.republika.co.id/berita/m7rnpo/dirk-walter-mosig-mendapat-hidayah-setelah-mendalami-alquran-terjemahan-spanyol

 

contoh iklan

Site Links