Back To Top

Search This Blog

Friday, 19 January 2018

Kemenangan Romawi atas Persi sebagai Bukti Kebenaran "Ramalan" Al-qur'an

IMAM ASRORI
imam.asrori.fs@um.ac.id

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وأصحابه أجمعين.
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله  حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

معاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم الله ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

Jama’atal Muslimin yarhamkumullah
Jama’atal  Jum’ah, marilah kita berusaha meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Upaya untuk meningkatkan ketakwaan dapat dilakukan, antara lain dengan mengkaji dan memahami isi ayat-ayat Al-Qur’an, karena  Alqur’an merupakan panduan hidup umat Islam. Isi Al-qur’an secara umum dapat dikelompokkan menjadi beberapa aspek, yaitu a) ajaran tauhid, b) akhlak mulia, c) ilmu pengetahuan, d) kisah, dan e) berita gaib. Alqur’an tidak saja mengandung berita gaib masa depan jangka panajang (berita tentang kiamat, akhrat, dll), tetapi juga mengandung berita gaib jangka pendek, bahkan sangat pendek dan saat ini sudah menjadi masa lampau.

Jama’atal Muslimin yarhamkumullah
                Dalam kesempatan khutbah hari ini marilah kita mempelajari salah  satu rangkaian ayat Alqur’an yang berisi ramalan jangka pendek. Rangkaian ayat yang dimaksud adalah rangkaian awal surat Ar-Rum ayat 1-6 berikut ini.                

بسم الله الرحمن الرحيم
الم (1)
 غلبت الروم (2)
 في أدنى الأرض وهم من بعد غلبهم سيغلبون (3)
في بضع سنين، لله الأمر من قبل ومن بعد، ويومئذ يفرح المؤمنون (4)
بنصر الله ينصر من يشاء وهو العزيز الرحيم (5)
وعْدَ الله لا يُخلفُ الله وعده ولكن أكثر الناس لا يعلمون (6)

Pada ayat kedua surat ar-Rum tersebut, Allah menyatakan bahwa ar-Rum telah dikalahkan. Yang dimaksud dengan ar-Rum ini adalah Romawi Timur (Bizantium) yang dikalahkan oleh Persia. Romawi Timur dan Persia merupakan dua Negara superpower pada waktu itu.  Dalam sejumlah pertempuran antara kedua super power itu, Romawi Timur atau Bizantium selalu dikalahkan oleh Persia. Satu demi satu wilayah  kekuasaan Bizantium diambil alih oleh Persia. Ayat 2 tersebut mengacu kepada kekalahan besar Romawi, sampai-sampai Yerusalem terlepas ke tangan Persia.  Kondisi yang dialami oleh dua Negara superpower itu tidak sekedar menjadi buah bibir bagi masyarakat kecil, masyarakat Arab yang berada di pedalaman semenanjung Arab, melainkan juga mempengaruhi sikap kehidupan mereka. Pada waktu itu, masyarakat muslim sangat berempati kepada Bizantium karena merasa sama-sama penganut agama samawi. Sebaliknya, orang-orang musyrik Mekah bersimpati kepada Persia, karena merasa sama-sama penganut politheisme (Persia menyembah api/majusi dan masyarakat Arab menyembah berhala).

Jama’atal Muslimin yarhamkumullah
                Pada ayat ke 3, dinyatakan bahwa setelah kekalahan besar tersebut, Romawi akan mengalahkan Persia (wa hum mim ba’di ghalabihim sayaghlibuun). Ayat ini berisi ramalan kemenangan Romawi atas Persia. Lebih dari itu, pada awal ayat ke 4, dikemukakan rentang waktu/perkiraan waktu tahun kemenangan yang akan diperoleh Bizantium, yaitu dalam rentang waktu bidh’I siniin (<10 tahun). Jadi kemenangan Romawi atas Persi diramalkan Al-Qur’an akan terjadi dalam rentang waktu 3-9 tahun setelah kekalahannya. Turunnya rangkaian awal surat Ar-Rum tersebut di satu sisi menjadi bahan olok-olok bagi masyarakat Quraisy yang mendukung Persia. Mereka mengolok-olok umat Islam bahwa berita masa depan yang dibawa (Nabi) Muhammad tentang kemenangan Romawi atas Persia tidak akan pernah terjadi. Lebih dari itu, mereka mengatakan bahwa sebagaimana Romawi yang semakin hancur, umat Islam pun akan segera hancur.

Jama’atal Muslimin yarhamkumullah
                Di sisi lain, turunnya ayat itu justru menenangkan umat Islam. Karena itu, menanggapi cemoohan orang-orang musyrikin, Abu Bakar yang sangat yakin dengan kebenaran Al-qur’an menantang Ubay bin Khalaf untuk bertaruh 10 ekor onta (judi baru diharamkan pada periode Madinah). Jika dalam waktu 3 tahun Romawi benar-benar mengalahkan Persi, Ubay harus membayar 10 onta kepada Abu Bakar. Sebaliknya, jika dalam waktu 3 tahun Romawi tidak bisa mengalahkan Persia, Abu Bakar harus membayar 10 onta kepadanya. Tantangan itu diterima Ubay. Ketika Abu Bakar menyampaikan perihal taruhan yang telah disepakati bersama Ubay kepada Rasulullah, Rasul mengingatkan bahwa kata bidh’u bermakna 3-9, bidh’u siniin bermakna rentang 3-9 tahun. Karena itu, Abu Bakar disarankan agar menambah jumlah onta dan rentang waktunya. Abu Bakar pun menemui Ubay untuk melipatkan taruhannya menjadi 100 onta dan menambah waktunya menjadi 9 tahun. Kenaikan taruhan ini pun diterima Ubay.
                Waktu pun berjalan, kedua belah pihak menunggu berita akhir pertikaian Romawi dan Persia. , Pada tahun 622 M (7-8 tahun setelah kekalahannya yang terakhir) mulai terjadi pertempuran antara Romawi dan Persia dan benar-benar berakir dengan kemenangan Romawi. Berita itu pun sampai ditelingan umat Islam yang pada waktu itu telah berhijrah di Madinah. Umat Islam pun sangat senang dengan kemenangan Romawi sebagaimana dikemukakan di ujung ayat ke 4 (ويومئذ يفرح المؤمنون  dan pada hari itu, maksudnya hari kemenangan Romawi itu, orang-orang yang beriman merasakan kegembiraan). Berita kemenangan Romawi atas Persia sampai di masyarakat Arab ketika Ubay bin Khalaf telah mati dalam perang melawan umat Islam. Karena itu Abu Bakar menuntut bayar 100 onta dari keluarga Ubay. Setelah dibayarkan, 100 onta itu disedekahkan semua. 
Kemenangan Romawi atas Persia benar-benar terjadi dalam rentang waktu kurang dari 10 tahun. Hal itu sesuai dengan janji Allah. Pada ayat ke 6 Allah berfirman:

وعْدَ الله لا يُخلفُ الله وعده ولكن أكثر الناس لا يعلمون (6)
Janji Allah.. Allah tidak akan menyalahi janjinya, tetapi kebanyakan manusia tidak tahu

Jama’atal Muslimin yarhamkumullah
                 Rangkaian awal surat Ar-Rum tersebut tidak hanya mengandung berita gaib yang benar-benar menjadi realitas, tetapi juga mengandung fakta ilmiah. Pada ayat 1-2 disebutkan bahwa Romawi dikalahkan Persia di tempat yang disebut sebagai adnaa al-ardhi. Kata adnaa merupakan bentuk superlative dan memiliki akar yang sama dengan kata dunya yang memiliki beberapa makna antara lain ‘terdekat’ dan ‘terrendah’. Dalam buku-buku Alqur’an dan Terjemahnya (Depag, 1990; CV Diponegoro), kata adna al-ardhi pada umumnya dimaknai ‘negeri terdekat’, (negeri terdekat dari Mekah, yaitu Suria dan Palestina sewaktu dikuasai oleh Bizantium). Terjemahan ini tidak salah karena menurut sejarah, Romawi mengalami kekalahan besar dari Persia dalam pertempuran yang terjadi di wilayah cekungan  laut mati yang berada di pertemuan Palestina dan Yordania. Palestina dan Yordania merupakan wilayah kekuasan Romawi yang paling dekat dari Mekah. Pemaknaan tersebut yang paling mudah dan bisa diterima oleh masyarakat waktu itu.

Jama’atal Muslimin yarhamkumullah
                Dalam khasanah ilmu pengetahuan, terdapat informasi bahwa laut mati merupakan wilayah paling rendah di muka bumi dengan kedalaman mencapai >417. Temuan tersebut sangat relevan dan signifikan dengan surat Ar-Rum ayat 1-2 tadi yang menyatakan bahwa Romawi telah terkalahkan di bumi yang paling rendah, yaitu di cekungan laut mati.  Pada dekade-dekade awal perkembangan Islam, realitas wilayah laut mati sebagai wilayah paling rendah di bumi belum bisa dipahami oleh masyarakat Islam, pengukurannya memerlukan teknologi modern. Berbalikan dengan itu, masyarakat pedagang Arab sudah lazim melakukan perjalanan dagang ke Yaman dan Syam (Suria). Dengan demikian, kedekatan jarak Palestina, Yordania, dan Suria berada dalam jangkauan pengalaman mereka. Karena itulah kata adna al-ardhi lebih banyak diartikan ‘negeri terdekat’ meskipun sebetulnya lebih tepat diartikan ‘bumi terrendah’. 

Jama’atal Muslimin yarhamkumullah
                Penyebutan adnaa al-ardhi yang mengacu kepada wilayah laut mati mengingatkan umat manusia kepada murka Allah terhadap Kaum Sodom dan Gomorah yang terus membangkang perintah nabi Luth untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan perilaku homoseks. Pembangkangan umat Nabi Luth tersebut berujung pada datangnya bencana gempa bumi dahsyat  yang menjungkirbalikkan tempat tinggal mereka. Allah berfirman dalam Surat Hud:82.     
فَلمَّا جاءَ أمْرُناَ جَعَلْناَ عَالِيهَا سافِلَها وأمْطَرْنا عليها حِجَارةً مِن سِجِّيل مَنْضُود
Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi (Hud: 82)

                Konon wilayah yang tempat tinggal umat Nabi Luth yang telah dijungkirbalikkan Allah itulah yang menjadi laut mati. Danau di aliran sungai Yordan itu disebut laut Mati karena tidak ada mikroorganism dan biota yang sanggup hidup di sana akibatnya tingginya kadar garam yang dikandung (mencapai 33% : 3% di laut biasa). 

Pembelajaran yang dikemukakan dalam rangkaian 6 ayat awal surat Ar-Rum dapat disarikan sebagai berikut:
1.       Berita kemenangan bangsa Romawi atas Persi dalam tempo kurang dari 10 tahun merupakan janji Allah, dan Allah selalu menepati janji, jangankan janji jangka pendek, janji jangka panjang berupa pembalasan di akhirat pun pasti Allah tepati
2.       Umat Islam (Abu Bakar) merespon cemoohan terhadap kebenaran Al-qur’an dengan penuh keyakinan dan dengan cara yang cerdas, berani, dan mematikan.
3.       Umat Islam bersikap empati kepada sesama penganut agama samawi yang ada di belahan dunia lain, maka sudah semestinya umat Islam lebih bersimpati dan berempati kepada sesama umat Islam di manapun dan bagaimanapun corak pemahaman keagamaan mereka
4.       Kelompok pelaku kebatilan cenderung  bersatu hati, namun bagaimanapun  kuatnya kebatilan tetap dikalahkan oleh kebenaran
5.       Kedurhakaan dan perilaku menyimpang umat manusia berdampak pada kehancuran manusia dan alam.

بارك الله لي ولكم بالقرآن الكريم ونفعنا وإياكم من الآيات والذكر الحكيم وتقبل الله منا ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وأصحابه أجمعين.
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
بنصر الله ينصر من يشاء وهو العزيز الرحيم (5)
وعْدَ الله لا يُخلفُ الله وعده ولكن أكثر الناس لا يعلمون (6)

 

contoh iklan

Site Links