Back To Top

Search This Blog

Wednesday, 17 July 2019










GERHANA
الحمد لله رب العالمين. والصلاة والسلام على آخر الأنبياء والمرسلين.
أشهد أن لا إله إلا الله الجديب لدعوة المخلصين.
وأشهد أن محمدا عبده ورسوله إلى يوم الين
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرخمن الرحيم

Imam asrori
Universitas Negeri Malang
Yayasan Assanabila Malang
سنريهم آياتنا في الآفاق وفي أنفسهم حتى يتبيّن لهم أنه الحق. أولم يكفِ بربك أنه على كل شيئ شهيد (الفصلت/41: 53)
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

Jama’atal muslimin
            Marilah kita terus berusaha meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah  Subhanahu wa Ta’ala, meningkatkan keterhubungan hati kita dengan Allah. Hal itu kita lakukan dengan menambah kadar ketaatan kita atas perintah-perintah Allah dan Rasulullah, sekaligus menambah kadar kewaspadaan kita atas larangan dan peringatan-NYA.

Allah berfirman dalam surat Alfushilat/41:53. Artinya:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

Pada beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Sabtu 4 April 2015 bertepatan dengan 14 Jumadil Akhir 1436H, Allah memperlihatkan salah satu tanda kuasa-NYA dalam wujud peristiwa gerhana bulan penuh. Gerhana bulan penuh yang terjadi mulai 17.16 s.d 20.45 wib tersebut disebut-sebut sebagai gerhana bulan berdarah (blood moon)  sekaligus gerhana bulan tersingkat. Warna darah yang ada pada bulan saat gerhana itu muncul karena bulan tertutup oleh bayangan bumi, namun cahaya matahari terbiaskan sehingga menimbukan efek kemerahan. Semburan atmosfir bumi yang terpampang di permukaan bulan menyebabkan bulan tampak kemerahan seperti darah.
Kepala Lapan Bpk. Thomas Djamaluddin, fenomena blood moon ini bukan yang pertama di Indonesia. Pada tahun 2014 telah terjadi dua kali,  yaitu pada 8 Oktober dan 15 April, tetapi dapat diamati di sebagian wilayah Indonesia saja. Berbeda dengan itu, fenoma blood moon 2015 ini dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat dan Sumatera. 

Jamaatal muslimin
Pada jaman dahulu, nenek moyang kita memitoskan peristiwa gerhana. Ketika terjadi gerhana, nenek moyang ketika berpandangan bahwa bulannya dimakan buto ijo dan merupakan penanda akan terjadi bencana. Masyarakat pun beramai-ramai memukul-mukul kentongan dan lesung (tempat menumbuk beras).  Selain tradisi tersebut, di wilayah lain terdapat tambahan misalnya memasak nasi liwet dan membangunkan wanita-wanita yang hamil untuk ikut makan nasi liwet tersebut. Kebiasaan ini merata di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat Arab pun tampakya memiliki mitos sejenis itu. Menurut mereka, gerhana terjadi karena ada orang mati atau ada bencana tertentu. 
Untuk meluruskan pandangan masyarakat tersebut, Rasulullah bersabda yang diriwayatkan Oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا يخسفان لموت أحد ولا لحياته. فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وتصدقوا وصلوا.
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua macam tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah karena kematian seseorang ataupun karena kehidupannya. Jika kalian mengetahui adanya gerhana, berdoalah kepada Allah, bertakbirllah, bersedekahlah, serta shalatlah.

Dengan sabdanya itu, Rasulullah menegaskan bahwa terjadinya gerhana matahari (kusuf) atau gerhana bulan (khusus) tidak ada hubungannya dengan nasib manusia (mati-hidup atau untung rugi). Gerhana juga tidak ada hubungannya dengan nasib alam (paceklik, bencana, atau kemakmuran). Peristiwa gerhana merupakan peristiwa atau fenomena alam biasa sebagai tanda kekuasaan Allah. Gerhana matahari terjadi karena i ketika Allah menjadikan gerak revolusi planet-planet, pada suatu saat itu Allah meletakkan bulan berada di antara bumi dan matahari, sehingga bayangan bulan menutup sebagian/seluruh fisik matahari, sehingga bagian matahari yang tertutup oleh bayangan bulan itu tidak terlihat dari bumi. Pada saat yang lain, Allah mensejajarkan matahari, bumi, dan bulan, sehingga bayangan bumi menghalangi sinar matahari mengenai bulan.
Gerhana bulan atau matahari terjadi karena kuasa Allah. Allahlah yang memutar alam alam raya ini. Gerhana terjadi sebagai bagian dari proses pemutaran revolusi alam raya oleh Allah. Karena itu, sebagai hamba Allah kita diingatkan oleh Rasulullah, bahwa ketika terjadi gerhana (matahari atau pun bulan) kita hendaknya banyak berdoa, bertakbir, bershadaqah, dan shalat.
Dalam hal ini terdapat ajaran khusus shalat gerhana, baik gerhana matahari atau pun bulan. Bagaimana shalat gerhana dilaksanakan? Tata cara shalat gerhana pada dasarnya sama dengan tatacara shalat-shalat sunah lainnya. Shalat gerhana terdiri atas dua rakaat, tetapi jumlah bacaan alfatihah, bacaan ayat, dan ruku’ pada setiap rakaatnya dua kali. Setelah ruku’ dan I’tidal pada setiap rakaat, dilakukan pembacaan alfatihan dan surat lagi, lalu rukuk dan I’tidal lagi. Jadi shalat gerhana dilaksanakan dalam dua rakaat dengan empat kali fatihah, 4 kali surat, 4 kali ruku’, empat kali sujud. Surat dan tasbih rukuk Rasulullah pun sangat panjang.
Pada shalat gerhana matahari disunnahkan berjamaah di masjid dan diikuti tausiyah atau penjelasan kepada umat tentang hakikat gerhana. Berbeda dengan itu, shalat gerhana bulan tidak harus dilaksanakan di masjid dengan berjamaah.

Jamaatal muslimin
Peristiwa gerhana bisa kita pandang sebagai peristiwa biasa atau luar biasa. Kita pandang sebagai peristiwa biasa karena kita paham bahwa gerhana merupakan peristiwa alam yang telah kita ketahui konsepnya. Kita pandang sebagai peristiwa luar biasa karena gerhana itu terjadi atas kehendak dan campur tangan Allah yang maha luar biasa.
           Kita ini hanyalah satu dari 5 milyar lebih manusia penghuni bumi yang bearnya hampir 8000 miles. Bumi merupakan salah satu dari sembilan planet dalam tata surya yg berpusat pada matahari.  Matahari yang menjadi pusat tatasurya tersebut konon besarnya 200x bumi. Subhanallah maha luarbiasa besarnya Allah dan maha kecilnya kita.
Kono di luar

وسخر لكم الليل والنهار والشمس والقمر والنجوم مسخرات بأمره إن في ذلك لآيات لقوم يعقلون (النحل، 12)

 

contoh iklan

Site Links