الحمد
لله رب العالمين. والصلاة والسلام على آخر الأنبياء والمرسلين.
أشهد
أن لا إله إلا الله الجديب لدعوة المخلصين.
وأشهد
أن محمدا عبده ورسوله إلى يوم الين
أعوذ
بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرخمن الرحيم
Universitas Negeri Malang
Yayasan Assanabila Malang
سنريهم آياتنا في الآفاق وفي أنفسهم حتى يتبيّن لهم أنه الحق. أولم يكفِ بربك أنه على كل شيئ شهيد (الفصلت/41: 53)
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون
Jama’atal
muslimin
Marilah kita terus berusaha
meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala, meningkatkan keterhubungan hati kita dengan Allah.
Hal itu kita lakukan dengan menambah kadar ketaatan kita atas perintah-perintah
Allah dan Rasulullah, sekaligus menambah kadar kewaspadaan kita atas larangan
dan peringatan-NYA.
Allah
berfirman dalam surat Alfushilat/41:53. Artinya:
Kami
akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk
dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu
adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia
menyaksikan segala sesuatu?
Pada
beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Sabtu 4 April 2015 bertepatan dengan
14 Jumadil Akhir 1436H, Allah memperlihatkan salah satu tanda kuasa-NYA dalam
wujud peristiwa gerhana bulan penuh. Gerhana bulan penuh yang terjadi mulai 17.16
s.d 20.45 wib tersebut disebut-sebut sebagai gerhana bulan berdarah (blood
moon) sekaligus gerhana bulan
tersingkat. Warna darah yang ada pada bulan saat gerhana itu muncul karena
bulan tertutup oleh bayangan bumi, namun cahaya matahari terbiaskan sehingga
menimbukan efek kemerahan. Semburan atmosfir bumi yang terpampang di permukaan
bulan menyebabkan bulan tampak kemerahan seperti darah.
Kepala
Lapan Bpk. Thomas Djamaluddin, fenomena blood moon ini bukan yang pertama di
Indonesia. Pada tahun 2014 telah terjadi dua kali, yaitu pada 8 Oktober dan 15 April, tetapi
dapat diamati di sebagian wilayah Indonesia saja. Berbeda dengan itu, fenoma
blood moon 2015 ini dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali
Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat dan Sumatera.
Jamaatal
muslimin
Pada
jaman dahulu, nenek moyang kita memitoskan peristiwa gerhana. Ketika terjadi
gerhana, nenek moyang ketika berpandangan bahwa bulannya dimakan buto ijo dan
merupakan penanda akan terjadi bencana. Masyarakat pun beramai-ramai
memukul-mukul kentongan dan lesung (tempat menumbuk beras). Selain tradisi tersebut, di wilayah lain
terdapat tambahan misalnya memasak nasi liwet dan membangunkan wanita-wanita
yang hamil untuk ikut makan nasi liwet tersebut. Kebiasaan ini merata di
berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat Arab pun tampakya memiliki mitos sejenis
itu. Menurut mereka, gerhana terjadi karena ada orang mati atau ada bencana
tertentu.
Untuk
meluruskan pandangan masyarakat tersebut, Rasulullah bersabda yang diriwayatkan
Oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha:
إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا يخسفان
لموت أحد ولا لحياته. فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وتصدقوا وصلوا.
“Sesungguhnya
matahari dan bulan adalah dua macam tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana
matahari atau bulan itu bukanlah karena kematian seseorang ataupun karena
kehidupannya. Jika kalian mengetahui adanya gerhana, berdoalah kepada Allah,
bertakbirllah, bersedekahlah, serta shalatlah.
Dengan
sabdanya itu, Rasulullah menegaskan bahwa terjadinya gerhana matahari (kusuf)
atau gerhana bulan (khusus) tidak ada hubungannya dengan nasib manusia
(mati-hidup atau untung rugi). Gerhana juga tidak ada hubungannya dengan nasib
alam (paceklik, bencana, atau kemakmuran). Peristiwa gerhana merupakan
peristiwa atau fenomena alam biasa sebagai tanda kekuasaan Allah. Gerhana
matahari terjadi karena i ketika Allah menjadikan gerak revolusi planet-planet,
pada suatu saat itu Allah meletakkan bulan berada di antara bumi dan matahari,
sehingga bayangan bulan menutup sebagian/seluruh fisik matahari, sehingga
bagian matahari yang tertutup oleh bayangan bulan itu tidak terlihat dari bumi.
Pada saat yang lain, Allah mensejajarkan matahari, bumi, dan bulan, sehingga
bayangan bumi menghalangi sinar matahari mengenai bulan.
Gerhana
bulan atau matahari terjadi karena kuasa Allah. Allahlah yang memutar alam alam
raya ini. Gerhana terjadi sebagai bagian dari proses pemutaran revolusi alam
raya oleh Allah. Karena itu, sebagai hamba Allah kita diingatkan oleh
Rasulullah, bahwa ketika terjadi gerhana (matahari atau pun bulan) kita
hendaknya banyak berdoa, bertakbir, bershadaqah, dan shalat.
Dalam
hal ini terdapat ajaran khusus shalat gerhana, baik gerhana matahari atau pun
bulan. Bagaimana shalat gerhana dilaksanakan? Tata cara shalat gerhana pada
dasarnya sama dengan tatacara shalat-shalat sunah lainnya. Shalat gerhana
terdiri atas dua rakaat, tetapi jumlah bacaan alfatihah, bacaan ayat, dan ruku’
pada setiap rakaatnya dua kali. Setelah ruku’ dan I’tidal pada setiap rakaat,
dilakukan pembacaan alfatihan dan surat lagi, lalu rukuk dan I’tidal lagi. Jadi
shalat gerhana dilaksanakan dalam dua rakaat dengan empat kali fatihah, 4 kali
surat, 4 kali ruku’, empat kali sujud. Surat dan tasbih rukuk Rasulullah pun
sangat panjang.
Pada
shalat gerhana matahari disunnahkan berjamaah di masjid dan diikuti tausiyah
atau penjelasan kepada umat tentang hakikat gerhana. Berbeda dengan itu, shalat
gerhana bulan tidak harus dilaksanakan di masjid dengan berjamaah.
Jamaatal
muslimin
Peristiwa
gerhana bisa kita pandang sebagai peristiwa biasa atau luar biasa. Kita pandang
sebagai peristiwa biasa karena kita paham bahwa gerhana merupakan peristiwa
alam yang telah kita ketahui konsepnya. Kita pandang sebagai peristiwa luar
biasa karena gerhana itu terjadi atas kehendak dan campur tangan Allah yang
maha luar biasa.
Kita ini hanyalah satu dari 5 milyar
lebih manusia penghuni bumi yang bearnya hampir 8000 miles. Bumi merupakan
salah satu dari sembilan planet dalam tata surya yg berpusat pada
matahari. Matahari yang menjadi pusat
tatasurya tersebut konon besarnya 200x bumi. Subhanallah maha luarbiasa
besarnya Allah dan maha kecilnya kita.
Kono di luar
وسخر لكم الليل والنهار والشمس والقمر
والنجوم مسخرات بأمره إن في ذلك لآيات لقوم يعقلون (النحل، 12)
